Mentan: Teknologi dan Mekanisasi, Kunci Utama Menggapai Swasembada Pangan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
22 Mei 2018   22:00

Komentar
Mentan: Teknologi dan Mekanisasi, Kunci Utama Menggapai Swasembada Pangan

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. (Foto : Doc/ Antara)

Trubus.id -- Kementerian pertanian (Kementan) terus berupaya menggapai swasembada pangan dan ekspor hasil pertanian. Berbagai cara pun dilakukan untuk mewujudkan itu semua.

Namun dari sekian banyak upaya yang dilakukan, penggunaan teknologi atau alat mesin pertanian merupakan salah satu upaya yang paling berpotensi untuk mewujudkan itu semua.

Menteri pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman optimis, swasembada pangan dan ekspor bisa dicapai dengan teknologi dibantu dengan mekanisasi.

Baca Lainnya : Menteri Pertanian Sebut Pentingnya Teknologi Pertanian Untuk Swasembada Pangan

"Swasembada pangan bahkan ekspor bisa dicapai oleh kami, selain menggunakan teknologi juga mekanisasi. Tujuan mekanisasi, yaitu menekan biaya tanam hingga 40 persen," ujar Amran saat meninjau Optimalisasi Pemanfaatan Alsinta (OPA) di Desa/Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (22/5).

Amran juga menyebut, dengan mekanisasi, indek per tanaman bisa meningkat hingga dua kali lipat. Contohnya, jika biasanya petani hanya bisa menanam sekali dalam setahun, dengan mekanisasi, petani bisa menanam dua kali pertahunnya.

Namun selain kelebihan yang ia sebutkan tadi, ada satu hal lain yang membuatnya tergerak untuk menggunakan teknologi dan mekanisasi. Mendorong generasi muda untuk turun ke pertanian. 

Baca Lainnya : IPB Klaim 87 Persen Alumni Terjun di Bidang Teknologi Pertanian

"Yang tidak kalah pentingnya menggunakan teknologi dan mekanisasi juga untuk mendorong generasi muda turun ke pertanian, dan kami lihat tadi banyak pemuda mengoperasikan traktor di sawah ini," terang Amran lagi.

Ia cerita, bidang pertanian sangat menjanjikan. Karena itu ia mendorong generasi muda tidak meninggalkan bidang potensial ini.

"Ada 10 konglomerat atau pengusaha besar di Indonesia, nomor satu sampai dengan 10. Delapan konglomerat di antaranya itu berasal dari sektor pertanian," terang Amran lagi. [RN] 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: