Jelang Asian Games 2018, BPBD Riau Maksimalkan Pencegahan Karhutla

TrubusNews
Syahroni
22 Mei 2018   20:15 WIB

Komentar
Jelang Asian Games 2018, BPBD Riau Maksimalkan Pencegahan Karhutla

Helikopter BNPB Riau siap siaga tangani karhutla. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berbagai persiapan terus dimatangkan untuk mengamankan perhelatan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, dari dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Di Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri, telah menyiapkan 4 helikopter yang sudah bersiaga di Landasan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Tiga di antaranya merupakan kiriman dari BNPB ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Baca Lainnya : Pemprov Riau Tetapkan Siaga Darurat Karhutla Sampai Mei

"Satu helikopter sendiri berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Selasa (22/5) siang.

Edwar menerangkan, dua heli berjenis Kamov dan mampu mengangkut ratusan liter air sekali terbang. Sementara heli lainnya, jenis Bell yang digunakan untuk patroli udara memantau kebakaran lahan.

Patroli udara biasanya melaporkan temuan titik api, baik ke Satgas Udara ataupun Satgas Darat untuk ditindaklanjuti. Heli akan melakukan water bombing, sementara tim darat membantu dari bawah dan melakukan pendinginan lahan yang sudah padam.

"Itu semua kita optimalkan untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla, terutama menjelang Asian Games," kata Edwar. 

Dia menuturkan, tiga helikopter bantuan BNPB tersebut kini telah berada di Provinsi Riau tidak lama setelah pemerintah setempat menetapkan Status Siaga Karhutla 2018 pada 19 Februari lalu. Ketiga helikopter itu masing-masing adalah Bell 430 (patroli) dan Kamov RA-31035 serta Kamov RA-31603. 

Khusus Kamov RA-31035, Edwar mengatakan tercatat pesawat tersebut telah menjatuhkan 1,96 juta liter air sepanjang operasinya di Riau. Sementara saudara Kamov lainnya dalam status "standby".

"Untuk helikopter KLHK, yakni Bell 412 tercatat telah menumpahkan 130.400 liter air selama 163 kali operasi pengeboman air di Provinsi Riau," terang Edwar.

Baca Lainnya : Riau Dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan, Petugas Pemadam Dikerahkan

Di samping itu, menjelang berakhirnya status siaga pada Mei ini, Edwar menyebut BPBD bersama seluruh instansi terkait yang tergabung dalam Satgas pencegahan dan penanggulangan Karhutla akan melakukan rapat evaluasi. 

"Tanggal 25 Mei kita akan gelar evaluasi dan selanjutnya kita segera putuskan untuk perpanjangan status siaga," katanya.

Sekedar informasi, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga Karhutla sejak 19 Februari 2018 lalu, dan akan berakhir pada 31 Mei 2018 mendatang, terutama terkait ancaman musim kemarau dan pelaksanaan Asian Games mendatang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Korban Tewas Akibat Covid19 Bertambah Jadi 1.800 Orang

Peristiwa   18 Feb 2020 - 14:22 WIB
Bagikan: