Ini Alasan BPPTKG Tingkatkan Status Gunung Merapi dari Normal Jadi Waspada

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Mei 2018   13:45 WIB

Komentar
Ini Alasan BPPTKG Tingkatkan Status Gunung Merapi dari Normal Jadi Waspada

Letusan freatik Gunung Merapi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Senin (21/5) kemarin, berulang kali gunung Merapi mengalami erupsi freatik. Hingga petang, kejadian masih berulang. Dampaknya, ratusan warga yang tinggal di desa paling tinggi di kawasan Sleman, mengungsi ke tempat aman.

Menanggapi peristiwa itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akhirnya menaikkan status gunung Merapi dari Normal menjadi waspada sejak Senin (21/5) sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Lainnya : Ini Dia Penyebab Suara Gemuruh Saat Gunung Merapi Erupsi

BPPTKG beralasan, peningkatan status dilakukan karena erupsi freatik yang terjadi secara beruntun. Kepala Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menjelaskan, status Merapi dinaikan menjadi waspada karena sejak 11 Mei 2018 lalu terjadi erupsi freatik.

"Sejak tanggal 11 Mei 2018 terjadi erupsi freatik di Merapi. Selang 10 hari kemudian terjadi lagi erupsi freatik, Senin kemarin pukul 01.25 WIB. Bahkan setelahnya masih terjadi erupsi freatik di Merapi sebanyak tiga kali. Terakhir dini hari tadi. Karena dasar itulah kami menakkan status Gunung Merapi,” ucapnya dalam rapat antar instansi di Pusdalops BPBD DIY, Selasa (22/5).

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Geologi Gunung Api BPPTKG Yogyakarta, Dewi Sri menambahkan, dari empat kali letusan freatik dari Senin sampai Selasa dini hari tadi, terdapat beberapa kesamaan. Salah satunya karena jarak waktu antar letusan.

Baca Lainnya : Status Waspada, Radius Tiga Kilometer Gunung Merapi Harus Dikosongkan

Menurutnya setelah letusan freatik pada Senin pukul 01.25 dini hari, pagi harinya sekitar pukul 09.38 WIB dan pukul 17.40 WIB terjadi letusan freatik susulan.

“Ditambah Selasa dini hari tadi letusan freatik kembali terjadi sekitar pukul 01.47 WIB,” paparnya.

Jika dicermati lebih dalam, letusan freatik yang terjadi pertama hingga keempat kali rata-rata berjarak hanya tujuh sampai delapan jam.

Baca Lainnya : Tak Ada Gejala Awal Sebelum Letusan Freatik Gunung Merapi Terjadi

Oleh karena itu, menurutnya pihak BPPTKG Yogyakarta mengambil langkah dengan meningkatkan status dan radius Merapi menjadi tiga kilometer dari puncak.

Lebih lanjut Dwi menerangkan, dari keempat letusan Gunung Merapi semua letusan memiliki ciri freatik, hal ini dilihat karena letusan sama sekali tidak mengeluarkan magma dari kubah lava Merapi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: