Status Waspada, 1.522 Warga di Sekitar Merapi Sempat Mengungsi

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Mei 2018   11:31 WIB

Komentar
Status Waspada, 1.522 Warga di Sekitar Merapi Sempat Mengungsi

Merapi erupsi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunun merapi yang ditandai dengan kejadian letusan freatik yang terjadi secara beruntun membuat status Gunung Merapi naik menjadi waspada (level II) sejak, Senin (21/5) malam.

Upaya mitigasi bencana juga telah dilakukan. Sebanyak 1.522 warga yang berada di Kabupaten Sleman sempat mengungsi akibat ditetapkannya status waspada.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Sleman, ribuan warga mengungsi tersebar sejumlah titik terutama di Kecamatan Pakem dan Cangkringan.

Sebanyak 371 jiwa mengungsi di Balai Desa Glagaharjo, Huntap Singlar 19 jiwa, rumah Dukuh Kalitengah Lor 44 jiwa, rumah Dukuh Kalitengah Kidul 20 jiwa, SD Sanjaya Tritis 510 jiwa, Balai Desa Argomulyo 200 jiwa, Balai Desa Umbulharjo 200 jiwa, Barak Koripan Sindumartani 58 jiwa, Kecamatan Cangkringan 100 jiwa.

Sedangkan hari ini, Selasa (22/5) sejak pagi hari pukul 08.00 WIB, sebanyak 66 jiwa masih berada di titik kumpul aman, yakni di Huntap Singlar 3 jiwa (lansia), rumah Dukuh Kalitengah Lor 52 jiwa, rumah Dukuh Kalitengah Kidul 1 lansia, dan SD Sanjaya Tritis 10 jiwa (5 balita, 1 lansia, 4 dewasa).

“Tapi tadi sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing,” jelas Kaur Pemerintahan Desa Glagaharjo, Heri Prasetyo di Balai Desa Glagaharjo, Sleman, Selasa (22/5).

Sebagian warga memilih kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan beberapa aktivitas seperti mencari pakan hewan ternak atau membersihkan rumah yang terpapar hujan abu, sedangkan beberapa anak mulai kembali sekolah.

“Warga yang mengungsi semalam berasal dari sejumlah dusun, di antaranya Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, dan Singlar,” sambungnya.

Pemerintah desa pun mempersilakan warga kembali beraktivitas. Meski begitu seluruh warga tetap diimbau waspada dan siap untuk dievakuasi jika sewaktu-waktu terjadi erupsi susulan.

“Kami telah menurunkan petugas dan relawan untuk mengevakuasi warga sewaktu-waktu terjadi erupsi kembali,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: