Kayu Ulin dan Meranti Ilegal asal Kutai Timur, Gagal Mendarat di Barru

TrubusNews
Syahroni
24 Mei 2018   13:15 WIB

Komentar
Kayu Ulin dan Meranti Ilegal asal Kutai Timur,  Gagal Mendarat di Barru

Petugas Balai Gakkum KLHK dan Kantor Bea Cukai Sulawesi mengamankan kapal bermuatan kayu ilegal. (Foto : Trubus.id/ Achmad Yusran)

Trubus.id -- Lagi, petugas Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi menggagalkan upaya dugaan penyelundupan kayu ilegal. Kali ini, petugas mengamankan Kapal Laut Motor (KLM) Harapan 8 yang memuat 50 meter kubik kayu ulin dan meranti asal Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Utara.

KLM Harapan 8 sendiri diamankan sebelum merapat di pelabuhan saat petugas menggelar Operasi Laut Jaring Wallace yang digelar Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi di perairan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Baca Lainnya : Ketika Satgas Sita Kayu Illegal Logging di Pulau Nunukan

Kapal dengan tujuan Desa Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan itu diamankan petugas karena tidak mampu memperlihatkan dokumen sah terkait kayu ulin dan meranti muatannya.

"Kapal dan muatannya sempat diamankan di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Tipe B Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah. Kapal yang dinakhodai SJ terjaring oleh Kapal BC 9003 yang sedang melaksanakan Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea 2018," kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Muhammad Nur kepada Trubus.id di Makassar, Senin (21/5).

Balai Gakkum KLHK, lanjut Muh Nur, mengapresiasi kerja sama yang baik antara PSO Bea Cukai Pantoloan dan Balai Gakkum, khususnya Seksi Wilayah II dalam memberantas kejahatan lingkungan.

"Selama dua tahun berdiri, Balai Gakkum sudah tiga kali bekerja sama tangani kasus selundupan kayu ulin ilegal asal Kalimantan Timur ke Sulawesi dengan PSO Bea Cukai Pantoloan. Dan selama ini juga, sudah dua kasus telah diputus pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap dari kerja sama dengan Bea  Cukai Tipe B Pantoloan,” kata Muh Nur.

Terkait sanksi, Muh Nur menyebutkan bahwa SJ bakal dijerat Pasal 83 Ayat 1 Huruf b jo. Pasal 12 Huruf e atau Pasal 88 Ayat 1 Huruf a jo. Pasal 16 atau Pasal 87 Ayat 1 Huruf a jo. Pasal 12 Huruf K, Undang-Undang No 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Baca Lainnya : Beroperasi Tanpa Izin, Pabrik Pengolahan Kayu Ilegal Disegel Tim Gakum LHK

Sementara itu, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Pantoloan, Agustyan Umardani menyatakan, pihaknya telah meneliti berkas dan dokumen di bidang kepabeaan. Karena tidak ada pelanggaran, maka proses penyidikan lebih lanjut terkait muatan kayu yang tak memiliki dokumen resmi, diserahkan ke penyidik Balai Gakkum KLHK.

"Surat dan dokumen muatan hanya menunjukkan pengirim kayu ilegal itu dari CV Karya Long Hajiep Utama Manuber, di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur," jelas Agustyan Umardani. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: