Selain Sumber Ekonomi, Hutan Adat di Bali Juga Tempat Pelestarian Satwa

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Mei 2018   13:00 WIB

Komentar
Selain Sumber Ekonomi, Hutan Adat di Bali Juga Tempat Pelestarian Satwa

Pelepasliaran satwa di hutan adat Bali (Foto : Dok KLHK)

Trubus.id -- Hutan adat sebagai kawasan yang bernilai penting bagi masyarakat adat, tidak hanya berperan sebagai sumber ekonomi masyarakat sebagaimana skema perhutanan sosial, namun juga berperan sebagai tempat atau habitat pelestarian satwa liar dari kepunahan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama dengan Yayasan Pencinta Taman Nasional (Friend of National Park Foundation), melakukan pelepasliaran satwa di hutan adat Pura Besikalung dan Pura Petali, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali (19/05).

Baca Lainnya : Setelah Direhabilitasi, 2 Elang Ular Bido Dilepasliarkan di Kamojang

Jenis satwa yang dilepasliarkan yaitu 7 ekor Landak (Histrix brachyura), 1 ekor Trenggiling (Manis javanica), 1 ekor Elang paria (Milvus migran), 1 ekor Sanca batik (Phyton reticulatus) dan beberapa jenis ular. 

"Keseluruhan satwa tersebut merupakan hasil sitaan dan penyerahan masyarakat, yang telah menjalani rehabilitasi dan habituasi di Pusat Penyelamat Satwa (PPS) Bali dan Bali Reptile Rescue", tutur Dadang Wardhana, Kepala BKSDA Bali.

Baca Lainnya : BOSF Melepasliarkan 12 Orangutan ke Habitat Asli

Dadang juga menambahkan, bahwa pelepasliaran satwa merupakan salah satu upaya konservasi untuk mencegah kepunahan.
"Selain kesesuaian habitat, komitmen masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa, menjadi pertimbangan pemilihan Pura Besikalung dan Pura Petali sebagai lokasi pelepasliaran", lanjutnya.

Pusat Penyelamat Satwa (PPS) Bali dan Bali Reptile Rescue merupakan lembaga dibawah pengelolaan Yayasan Pencinta Taman Nasional. Turut hadir mendukung kegiatan pelepasliaran tersebut, perwakilan Danramil, Kapolsek dan Camat Penebel, akademisi FKH Universitas Udayana, serta masyarakat Desa Babahan, Kecamatan Penebel. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: