Pemprov Jakarta Siap Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Terbesar di Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 0
20 Mei 2018   10:00

Komentar

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur Jakarta saat menghadiri perencanaan pembangunan fasilitas dan pengolahan sampah dalam kotadi Sunter, Jakarta Utara, Minggu (20/5) pagi. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Jakarta Propertindo (JakPro) segera membangun fasilitas pengolahan sampah dalam kota atau intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Pencanangan ITF merupakan babak baru bagi pembangunan fasilifas sampah untuk diubah menjadi energi terbesar pertama di Indonesia.

"Pemprov menilai, pembangunan ITF Sunter ini sangat mendesak, di mana pengerjaannya tidak boleh ditunda lagi. Setiap hari, Jakarta menghasilkan sampah sebanyak 7.000 ton," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ketika memberikan sambutan di acara perencanaan pembangunan fasilitas dan pengolahan sampah dalam kota di Sunter, Jakarta Utara, Minggu (20/5) pagi.

Menurut Sandi, Jakarta membutuhkan metode pengolahan sampah yang efektif, efisien, aman, serta bermanfaat bagi masyarakat. Fasilitas pengolahan sampah yang dibangun nanti, rencananya mampu mengelola sampah sebanyak 2.200 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 35 mega watt. Hal tersebut sebagai langkah solutif mengatasi persoalan sampah di Jakarta yang semakin mengkhawatirkan karena volumenya terus bertambah.

Baca Lainnya : Ternyata, Sampah di Laut Indonesia Asalnya dari Sini...

Sebagaimana diketahui, selama ini sampah yang ada di Jakarta masih dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Padahal, TPST Bantar Gebang hanya mampu mengolah sampah sebanyak tujuh persen dari total 7.000 ton sampah yang terkumpul.

Seiring pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dengan kondisi lahan semakin terbatas, Sandi mengatakan jika ada kemungkinana Jakarta akan kekurangan lahan untuk menampung sampah dalam jangka waktu empat hingga lima tahun ke depan. Untuk itulah Pemprov Jakarta dan JakPro segera merealisasikan penyediaan pengolahan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Baca Lainnya : Gawat, Sampah Plastik Cemari Pantai Losari

"Kami ingin mengelola sampah menjadi energi terbarukan sebagai salah satu mengatasi persoalan sampah dengan menggunakan teknologi incineration system yang dilengkapi flue gass treatment dengan standar Eropa," ungkap Satya Heragandhi, Direktur Utama JakPro.

Pembangunan ITF Sunter akan segera dilaksanakan setelah mendapat persetujuan AMDAL. Untuk itu, Sandi berharap program ini mampu membawa dampak ekonomi warga, sosial dan lingkungan yang baik.

"Rencananya, pembangunan akan memakan waktu tiga tahun. Diproyeksikan akan selesai pada tahun 2021 dan masyarakat bisa segera menikmati hasilnya," tutur Sandi. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Menhub Budi Karya Apresiasi Petugas Perlintasan di Medan

Thomas Aquinus Krisnaldi   Peristiwa
Bagikan: