KLHK Rencanakan Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster di 7 Provinsi Rawan

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Mei 2018   18:18 WIB

Komentar
KLHK Rencanakan Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster di 7 Provinsi Rawan

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (Foto : Doc/ KLHK)

Trubus.id --Program pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berbasis klaster, menjadi terobosan penting dalam upaya mencari solusi di tingkat tapak. Program ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterlibatan berbagai pihak dalam pengendalian Karhutla, terutama untuk para pemegang ijin di bidang kehutanan dan perkebunan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan awal, program pencegahan klaster yang diprakarsai oleh Kementerian Perekonomian bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini, dibentuk pilot project di dua lokasi yaitu di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. 

Baca Lainnya : KLHK Tingkatkan Kapasitas Fisik dan Sarana Prasarana Pencegahan Karhutla

Direktur Pengendalian Karhutla KLHK, Raffles B. Panjaitan menyampaikan, pilot project awal yang dilaksanakan di Kabupaten OKI dan Pelalawan ini menjadi percobaan penting untuk mencari tahu apakah program ini dapat dijalankan di lapangan dan dapat menjadi solusi permanen dalam pencegahan Karhutla. Program ini juga diharapkan mampu mengedepankan proses perubahan perilaku masyarakat untuk dapat terlibat lebih aktif dalam pencegahan Karhutla. 

“Pilot project ini diharapkan dapat berjalan dengan baik serta memberikan kontribusi nyata untuk perancangan solusi-solusi serta terobosan kreatif dalam peningkatan sinergitas dan kerjasama para pihak dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan”, tandas Raffles. 

Pilot Project untuk program yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten OKI, mengikutsertakan 27 perusahaan pemegang konsesi. Sementara di wilayah Kabupaten Pelalawan, mengikutsertakan 30 perusahaan pemegang konsesi.

Pemegang ijin usaha di bidang kehutanan dan perkebunan ini didorong untuk terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat desa sekitar konsesi, melakukan deteksi dan juga pemadaman dini.

Baca Lainnya : Cegah Karhutla Jelang Asian Games 2018, BRG Lakukan Hal Ini

Pencegahan Karhutla berbasis klaster ini juga mewajibkan setiap perusahaan kehutanan/perkebunan untuk ikut bertanggung jawab dalam melakukan pencegahan, tidak hanya di wilayah konsesinya, tetapi juga di luar konsesi pada radius 3-5 km.

Setiap perusahaan diwajibkan untuk menetapkan desa binaannya berdasarkan skala jarak, ring 1, ring 2 dan ring 3. Ring 1 merupakan desa yang berada di dalam kawasan konsesi dan/atau langsung berbatasan dengan konsesi perusahaan. Ring 2, desa-desa yang tidak langsung berbatasan dengan wilayah konsesi dan berjarak maksimal 3 km dari batas wilayah konsesi. Sementara ring 3, desa-desa yang tidak langsung berbatasan dengan wilayah konsesi dan berjarak 3 – 5 km dari batas wilayah konsesi.

Salah satu langkah awal juga dilakukan sosialisasi Program Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster di Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Sosialisasi dihadiri oleh Kementerian/Lembaga Pusat seperti KLHK, Kementerian Pertanian, BNBP, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan Kementerian Perekonomian. 

Turut hadir juga perwakilan Pemerintah Provinsi, seperti Gubernur Sumsel, POLDA Sumsel, Kodam, Dinas Kehutanan Sumsel, Dinas Perkebunan Sumsel, BPBD Sumsel, Bupati OKI, Dinas Perkebunan OKI, dan BPBD OKI. Selain itu, hadir juga para pimpinan perusahaan pemegang ijin usaha kehutanan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten OKI.

Baca Lainnya : Bentuk Masyarakat Peduli Api, Upaya Jitu KLHK Lawan Karhutla

Acara sosialisasi rencana akan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi pilot project di Kabupaten OKI untuk melihat perkembangan pelaksanaan program tersebut. Kunjungan diikuti oleh pihak K/L dan instansi terkait yang hadir dalam acara sosialisasi. 

Pelaksanaan Pilot Project Program Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster sendiri direncanakan akan dilaksanakan di tujuh wilayah provinsi rawan seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: