Atasi Banjir di Bengawan Solo, Sudetan Plangwot-Sedayu Lawas Ditingkatkan

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
14 Mei 2018   08:34

Komentar
Atasi Banjir di Bengawan Solo, Sudetan Plangwot-Sedayu Lawas Ditingkatkan

Sungai Bengawan Solo (Foto : Foto: sukoharjonews.com)

Trubus.id -- Kondisi Sungai Bengawan Solo yang mengaliri dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur kian memprihatinkan. Untuk mengantisipasi luapan sungai yang menyebabkan banjir di hilir, pemerintah meningkatkan Sudetan (Floodway) Plangwot-Sedayu Lawas di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang sudah dibangun sejak 1996-2004. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan sudetan tersebut berfungsi mempercepat aliran sebagian debit banjir Sungai Bengawan Solo ke Laut Jawa sehingga mengurangi banjir di kawasan hilir Sungai Bengawan Solo seperti Lamongan dan Gresik.

Baca Lainnya: Tangani Pencemaran Sungai Citarum, Ini Inovasi yang Dilakukan Kemenristekdikti

Seiring dengan perubahan tata ruang, volume air yang masuk ke Sungai Bengawan Solo lebih besar. Di samping itu, sudetan juga mengalami sedimentasi sehingga tidak lagi optimal. 

“Sebelum ada sudetan, banjir di hilir Bengawan Solo sangat parah. Dengan adanya sudetan, maka sebagian aliran Sungai Bengawan Solo apabila telah melebihi ambang tertentu akan masuk ke sudetan. Sudetan ini dibangun sepanjang 12,3 km dengan lebar 100 meter dan kapasitas 640 m3/detik. Kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 1.000 m3/detik,” kata Basuki Hadimuljono seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu, (13/5).

Peningkatan kapasitas dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2018 dengan perkuatan tebing sudetan di sisi kanan sepanjang total 1.481 meter dan sisi kiri sepanjang 400 meter dengan anggaran sebesar Rp 66,8 miliar. 

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyiapkan program lanjutan berupa pembangunan 2 buah emergency gate, peninggian tanggul, pembangunan jembatan, perkuatan tanggul dan pembangunan jalan inspeksi sepanjang 10,3 km. Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 240 miliar. 

Baca Lainnya:Kunjungi Cano Cristales, Sungai dengan KeindahanTujuh Warna

Agar nantinya debit air 1.000 m3/detik dapat mengalir sesuai rencana, saat ini tengah dihitung untuk pembangunan bendung sederhana untuk meninggikan muka air sungai sehingga air bisa mengalir ke sudetan. 

Bila proyek ini selesai akan mengurangi luas dan lama waktu genangan banjir. Tahun 2017 luapan Sungai Bengawan Solo merendam kawasan hilir Bengawan Solo antara lain Kecamatan Turi, Babat dan Laren di Kabupaten Lamongan hingga 7 hari. 

“Banjir di daerah tersebut tidak bisa dihilangkan karena memang daerah cekungan dan daerah rawa. Selain itu, genangan juga bisa terjadi karena hujan yang jatuh di daerah tersebut,”jelas Menteri Basuki.  [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: