Aktivis Lingkungan: Penggunaan Batubara Ancam Kesehatan Manusia

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Mei 2018   11:00 WIB

Komentar
Aktivis Lingkungan: Penggunaan Batubara Ancam Kesehatan Manusia

Ilustrasi (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Sampai saat ini industri pembangkit listrik masih mengandalkan penggunaan bahan bakar batubara. Menurut aktivis lingkungan Greenpeace kondisi ini mengancam kesehatan umat manusia.

Lauri Myllyvirta, ahli polusi udara Greenpeace mengatakan, masih tingginya pengunaan baubara, gas dan minyak bumi tak hanya menambah emisi CO2 tapi juga bisa meningkatkan polutan udara yang sangat beracun bila terhirup manusia.

“Kesehatan manusia saat ini semakin terancam, untuk itu harus segera diatasi secepatnya,” ucapnya di Bali, Selasa (8/5).

Baca Lainnya: 35 Ribu Ton Limbah Batu Bara dari PLTU, Cemari Lingkungan di Lampung Tengah

Lauri mengatakan, polusi udara dari pembangkit listrik tenaga batubara di Asia Tenggara telah berkontribusi pada 20.000 kematian dini setiap tahunnya.

Jika rencana pembangunan PLTU-PLTU baru berjalan, diperkirakan angka ini bisa meningkat hingga 70.000 dari bermacam penyakit berbahaya yang siap menghantui manusia seperti kanker paru-paru, stroke, dan penyakit pernapasan, hal tersebut diungkapkan berdasarkan riset dari Universitas Harvard dan Greenpeace International.

Saat ini para pelaku industri fosil sedang berkumpul, membangun jaringan dan melakukan kesepakatan-kesepakatan bisnis di sebuah hotel mewah di Bali.

Baca Lainnya: Investasi Tiongkok Dalam Pembangunan PLTU Batu Bara Ditolak Masyarakat, Ini Alasannya

"Pulau indah yang saat ini sedang menghadapi persoalan serius terkait batubara," tambahnya.

Hal serupa juga diungkapkan juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hindun Mulaika mengatakan, bahwa industri batubara berkumpul di Bali untuk menyelamatkan masa depan bisnis mereka, kesehatan dan pencaharian masyarakat Indonesia sedang terancam.

"Negeri ini tidak layak mendapatkan masa depan yang dibangun di atas batubara. Ini saatnya pemerintah berpihak pada masyarakat dan segera beralih ke energi terbarukan," papar Hindun.

Menurutnya, industri batubara akan segera berakhir. Tidak hanya kesadaran global akan dampak buruknya, tetapi investor-investor besar mulai enggan menaruh modalnya di sektor ini dalam rangka menghindari risiko kehilangan asset. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Pesan Jokowi kepada Kabinet Indonesia Maju

Peristiwa   23 Okt 2019 - 17:58 WIB
Bagikan: