Minum Anggur, 11 Warga Kamboja Meregang Nyawa

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
08 Mei 2018   07:30

Komentar
Minum Anggur, 11 Warga Kamboja Meregang Nyawa

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Minuman keras (miras) tak hanya merenggut ratusan nyawa di Indonesia. Hal yang sama juga berlaku di Kamboja.

Otoritas Kementerian Kesehatan Kamboja melaporkan, 11 warga desa dinyatakan tewas karena miras. Sementara 138 orang lainnya dirawat di rumah sakit Provinsi Katjie, Kamboja Timur akibat mengonsumsi anggur dan air yang tercemar.

Baca Lainnya: Ini Bedanya Alkohol yang Terkandung di Miras Berizin dan Miras Oplosan

Dari jumlah total korban keracunan yang laporan diterima Senin (7/5) rata-rata berusia antara 24-73 tahun. 

Dalam keterangan resmi menyebutkan, peristiwa keracunan tersebut terjadi di,Desa Sre Non dan Aloch di Masyarakat Kantuot, Kabupaten Chitborey, pekan lalu.

Penyebab keracunan diidentifikasi warga desa terjadi usai mereka minum anggur beras dan air yang dikumpulkan dari satu saluran air yang tercemar.

Ditambahkannya, semua korban memiliki gejala yang sama seperti sakit perut, muntah, sakit tenggorokan, kelelahan, pusing dan sesak nafas.

Seperti dikutip dari Xinhua, Senin (7/5), 134 korban miras kini telah menerima perawatan medis di Rumah Sakit Provinsi Kratie dan kebanyakan telah pulih. Sementara itu, sisa empat korban, yang berada dalam kondisi parah, telah dirawat di Rumah Sakit Calmette di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh.

Menindaklanjuti kasus tersebut, para pejabat kesehatan langsung mengambil sampel anggur beras yang dibuat warga dan air yang diduga tercemar di kedua desa itu untuk diteliti. Mereka mendapati bahwa anggur beras tersebut mengandung kadar metanol tinggi, yang membuat orang keracunan. Sementara hasil diagnosis terkait air yang diduga tercemar, belum diperoleh.

Dalam pernyataan resmi itu juga disebutkan, pemerintah lokal telah menutup produksi dan penjualan anggur beras di semua desa. Mereka juga melarang warga desa menggunakan air yang diduga tercemar di saluran air tersebut, dan menyediakan air bersih buat warga.

"Saya ingin menyeru rakyat agar tidak minum anggur yang tak memiliki sumber jelas, atau membuat tanpa teknik yang layak, terutama anggur yang dicampur dengan metanol," kata Menteri Kesehatan Kamboja, Mam Bunheng dalam pernyataan resminya.

Ia juga kembali mengingatkan, warga sudah dilarang mengalirkan, atau membuang air atau bahan kimia ke dalam danau, sungai, atau saluran air yang menjadi sumber air buat konsumsi manusia.

Baca Lainnya: Miras Oplosan Mengandung Zat Methanol Berbahaya, Ini Buktinya

Sementara itu, Komisarias Polisi Provinsi Kratie mengatakan di dalam satu laporan pada Senin (30/5) bahwa ada peristiwa keracunan makanan lain di Desa Proma, Kampong Damrey di Kabupaten Chhloung pada Ahad, sehingga 44 warga desa dirawat di rumah sakit.

Laporan tersebut mengatakan semua korban jatuh sakit setelah mereka mengkonsumsi kue beras yang dijual di desa itu. Namun, kondisi mereka tidak serius, dan mereka semua telah pulih dan diperkenankan pulang dari Rumah Sakit Provinsi Kratie. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: