3 Pengepulnya Dijebloskan ke Penjara, Benih Lobster Senilai Rp 3 Milar Disita

TrubusNews
Ihsan Maulana | Followers 0
07 Mei 2018   17:30

Komentar
3 Pengepulnya Dijebloskan ke Penjara, Benih Lobster Senilai Rp 3 Milar Disita

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ Ihsan Maulana)

Trubus.id -- Polda Jawa Barat kembali menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster hasil tangkapan alam yang hendak dijual di pasaran. Kali ini, juga berhasil mengamankan ketiga pelaku yang diduga sebagai pengepulnya.

Ketiganya diringkus lantaran diduga hendak melakukan jual beli benih lobster secara ilegal di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Akibat perbuatan mereka, kerugian yang ditanggung negara diperkiraan mencapai sekitar Rp 3 miliar.

Baca Lainnya: Tampung Tangkapan Nelayan, 2 Pengepul Benih Lobster Terancam 8 Tahun Penjara

"Jadi kita amankan tiga orang pengepul berinisial AW (38), AM (35) dan B (29). Semua dari Kabupaten Sukabumi," ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam gelar perkara di Makopolres Cirebon, Senin (7/5).

Agung melanjutkan, pihaknya terus berupaya melakukan pemeriksaan mendalam untuk kasus perdagangan benih lobster tersebut. Pelaku utama juga masih diburu untuk mengetahui kemana mereka menjual baby lobster itu.

Pengungkapan kasus ini juga tidak lepas dari andil masyarakat sekitar, yang sigap memberikan informasi kepada Polisi terkait adanya transaksi ilegal.

Dirpolair Polda Jabar, Kombes A. Widi Handoko menyatakan, pengungkapan kasus ini setelah tim menyelidiki dan mengintai ketiga pelaku. Setelah cukup bukti, ketiganya akhirnya ditangkap di rumah penampungan dan pengemasan benih lobster di Sukabumi.

"Dalam rumah itu, setelah tim melakukan penangkapan dan penggeledahan. Ditemukan box styrofoam berisi baby lobster, satu baskom baby lobster dan beberapa kemasan plastik berisi baby lobster siap kirim," ungkapnya.

Baca Lainnya: Tangkap Lobster Berukuran di Bawah 200 Gram, Nelayan Bisa Masuk Penjara?

Widi memaparkan, box styrofoam berisi 13.200 benur jenis Pasir (PS) dan 78 baby lobster Mutiara (MT), rencananya akan dijual ke pengepul domestik dan luar negeri seperti Singapura dan Vietnam.

"Dari sana, benur ini dibesarkan lalu kembali dijual ke Indonesia dengan harga yang lebih tinggi," pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: