Penjualan Lutung Jawa Melalui Media Sosial Kembali Terungkap

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
06 Mei 2018   23:00

Komentar
Penjualan Lutung Jawa Melalui Media Sosial Kembali Terungkap

Lutung Jawa (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Tren bisnis perdagangan satwa ilegal melalui internet masih menjadi alternatif untuk mengelabui petugas. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur kembali mengungkap kasus jual-beli Lutung Jawa melalui media sosial Facebook.

"Penjualnya berinisial SF, warga Desa Klanceng, Arjasa, Jember. Kami tangkap, bekerja sama dengan kepolisian, konservasi wilayah Jember dan Seksi Konservasi Wilayah Banyuwangi," ujar Kepala BBKSDA Jawa Timur Nandang Prihadi di Surabaya, Sabtu (5/5).

Menurut Nandang, pergerakan SF sebelumnya telah dipantau selama sepekan terakhir hingga akhirnya dibekuk di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Diponegoro, Kalisat, Jember, Jawa Timur, pada Jumat (4/5).

Baca Lainnya: Jual Hewan Langka di Facebook, 2 Pria Ndeso Dicokok

Saat itu SF sedang menunggu seorang pembeli yang telah melakukan pemesanan secara daring (online) melalui sebuah akun Facebook.

"Seekor Lutung Jawa yang dimasukkan di dalam kardus kami amankan dalam penangkapan itu. Kami juga amankan barang bukti telepon yang digunakan sebagai sarana menawarkan secara daring hewan dilindungi itu kepada pembeli," katanya.

Tak cuma itu, sepeda motor yang dikendarai SF juga diamankan ke kantor Kepolisian Resor (Polres) Jember.

Baca Lainnya: 50 Ekor Buaya Hidup Asal Malaysia Disita Petugas Bandara Heathrow di Inggris

"Barang bukti Lutung Jawa saat ini sudah kami pindahkan ke Kantor Bidang Konservasi Sumber Daya Alam III Jawa Timur," ujarnya.

Dalam pemeriksaan, SF mengaku membeli Lutung Jawa itu dari seseorang seharga Rp100 ribu. Dia menjualnya kembali seharga Rp 400 ribu.

Nandang menjelaskan Lutung Jawa merupakan hewan dilindungi yang dilarang diperjualbelikan.

"Pelakunya bisa dijerat Pasal 21 jo Pasal 40 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta," ucapnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Baru Dibuka, Bukit Gunung Rinjani Terbakar

Thomas Aquinus   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan: