KLHK Tingkatkan Kapasitas Fisik dan Sarana Prasarana Pencegahan Karhutla

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
05 Mei 2018   08:00

Komentar
KLHK Tingkatkan Kapasitas Fisik dan Sarana Prasarana Pencegahan Karhutla

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan bersama petugas Daops Manggala Agni Batam, Riau. (Foto : Foto: Dok. KLHK)

Trubus.id -- Menghadapi musim kemarau, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terutama di 33 wilayah rawan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi melakukan segala kesiapan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan terus meningkatkan kapasitas secara fisik dan dukungan sarana prasarana.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan dalam kunjungan untuk memberikan motivasi bagi anggota Daops Manggala Agni Batam, Riau, menyampaikan bahwa semua petugas harus tetap semangat dan selalu berpikiran positif dalam bekerja.

KLHK melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan akan memberikan dukungan sarana prasarana yang dibutuhkan di lapangan dalam upaya pengendalian karhutla.

Baca Lainnya: Patroli Terpadu Karhutla Tahap II Resmi Digelar, Ini Target KLHK

“Manggala Agni ditempatkan pada wilayah-wilayah rawan karhutla dengan tujuan agar upaya pengendalian karhutla dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien yang ditangani oleh berbaga tenaga terlatih. Upaya pencegahan tetap harus dikedepankan untuk menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran," kata Raffles.

Salah satu Daops Manggala Agni di Indonesia adalah Daops Batam di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam pelaksanaan tugasnya, Manggala Agni melakukan upaya pengendalian karhutla seperti pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca karhutla.

Jumlah anggota Daops Batam  sebanyak 30 orang, terbagi menjadi dua regu yang secara aktif melakukan semua upaya pengendalian karhutla di wilayah yang menjadi salah satu jendela Indonesia dengan negara tetangga itu.

Baca Lainnya: Bentuk Masyarakat Peduli Api, Upaya Jitu KLHK Lawan Karhutla

Dalam kurun waktu Januari hingga April 2018, sudah ada 25 kejadian karhutla seluas 129,62 hektare berhasil ditangani Manggala Agni Daops Batam. Sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Sei Beduk, Sekupang, Galang, Batu Ampar, Sagulung, Batuaji, Nongsa, dan Kecamatan Batam Kota.

“Keberadaan Manggala Agni Daops Batam sangat penting dalam upaya pemerintah menangani karhutla yang terjadi. Agar kebakaran dapat segera tertangani dan tidak sampai berdampak kabut asap," tandasnya.

Selain Daops Batam, Manggala Agni Daops Ketapang juga terus melakukan peningkatan kapasitas masyarakat dengan memberikan pelatihan pengolahan cuka kayu kepada masyarakat dari Desa Sei Awan Kiri, Tempurukan, Laman Dating, Sei Besar, dan Desa Sei Pelang pada Kamis (3/5).

Pelatihan yang mengundang pakar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan KLHK juga diikuti oleh perwakilan Manggala Agni se-Kalimantan dan para pelaku usaha kehutanan setempat.

Baca Lainnya: Tim Patroli Terpadu Manggala Agni Siap Sisir Daerah Rawan Karhutla di Kalteng

Pelatihan tersebut menawarkan salah satu solusi bagi masyarakat untuk membuka lahan tanpa bakar. Bahan bakaran berupa biomassa yang berasal dari sisa tebangan di lahan, dapat diolah menjadi cuka kayu bermanfaat untuk masyarakat.

Tidak hanya pelatihan, untuk meningkatkan kapasitas dan peran masyarakat, KLHK terus membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Sumatera Selatan. MPA dibentuk pada enam desa rawan, dua desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tepatnya Desa Jejawi dan Desa Tanjung Aur, Kecamatan Jejawi.

Di kabupaten Banyuasin, MPA dibentuk di Desa Sungai Rengit, Kecamatan Talang dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Tanjung Lago. Sedangkan di Kabupaten Lahat, MPA ada di Desa Mulia Abadi dan Desa Kayu Ara Batu Kecamatan Muara Belida. [DF]

 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: