Jaga Kelestarian Alam, BKKPN Ajak Warga Tak Buang Sampah di Pantai

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
30 April 2018   07:30

Komentar
Jaga Kelestarian Alam, BKKPN Ajak Warga Tak Buang Sampah di Pantai

Pantai Nemberela (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Guna meminimalisir pencemaran lingkungan di sekitar objek wisata Pantai Nemberela, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajak seluruh warga Desa Nemberala di Kabupaten Rote Ndao, untuk tidak membuang sampah di bibir Pantai Nemberala.

Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji mengatakan aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan merupakan salah satu gerakan kesadaran masyarakat agar tak membuang sampah ke laut.

“Pantai Nemberela sebagai salah satu objek wisata yang terkenal karena ombaknya yang besar yang kerap dijadika spot diving para wisatawan jadi kebersihannya harus benar-benar kita jaga,” ujar Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji kepada wartawan di Pantai Nemberala, Pulau Rote, Minggu (29/4).

Sebagai informasi, Desa Nemberala menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote potensi wisata laut yang sangat indah dan menawan di Nusa Tenggar Timur.

Sebelumnya ketika melakukan kunjungan ke Kabuoaten Rote Ndao awal Januari lalu, Presiden RI Joko Widodo memuji keindahan Pantai Nemberala.

Keunggulan lain yang dimiliki Pantai Nemberala yakni panorama sunset yang menjadikan Nemberala sebagai salah satu tujuan utama turis mancanegara untuk snorkeling, diving, dan selancar.

"Desa Nemberala bisa dibilang merupakan kawasan wisata yang sangat menjanjikan bagi Kabupaten Rote Ndao, karena didukung dengan berbagai akomodasi hotel dan restoran, serta kondisi sosial budaya masyarakat setempat yang ramah tamah," tambahnya.

Selain memiliki keindahan alam yang menawan, desa Nemberala juga menjadi tempat produksi rumput laut, karena potensinya sangat menjanjikan para petani setempat.

Meski begitu, pemerintah setempat masih perlu membenahi beberapa persoalan seperti masalah sampah rumah tangga, sampah plastik dan kaleng bekas serta bahan cemar dari aktivitas kapal yang membuang bahan bakar dan pelumas bekas ke laut.

Selain itu penangkapan ikan tak ramah lingkungan yakni dengan cara merusak laut di sekitar perairan sekitarnya masih marak terjadi harus segera dihentikan. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: