Luhut: Belanda Tawarkan Bantuan Bagi Petani Sawit Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
28 April 2018   07:00

Komentar
Luhut: Belanda Tawarkan Bantuan Bagi Petani Sawit Indonesia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia terus mendapat dukungan dari berbagai negara usai Uni Eropa melakukan diskriminasi produk olahan sawit. Kali ini, dukungan datang dari pemerintah Belanda.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah Belanda sudah menawarkan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk membantu petani sawit dan sejumlah masalah lingkungan lainnya.

Baca Lainnya: Vatikan akan Jembatani Permasalahan Bisnis Sawit Indonesia dengan Uni eropa

Luhut mengatakan tawaran itu disampaikan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Sigrid Kaag di Den Haag, Kamis (26/4) lalu dalam pertemuan dengannya.

"Menteri Kaag menanyakan apa yang bisa dibantu negaranya untuk membantu petani, khususnya petani sawit agar bisa melakukan praktik bertani yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Karena yang diminta oleh banyak orang adalah kelapa sawit berkelanjutan," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/4).

Luhut mengaku, kedua pihak telah sepakat untuk melanjutkan pertemuan membahas hal tersebut. Dalam pertemuan kali itu, Luhut juga menyampaikan seminar yang difasilitasi oleh Vatikan pada bulan Mei mendatang di Roma yang akan membahas kelapa sawit dan dampaknya terhadap perdamaian dan kemanusiaan.

Menurut mantan Menko Polhukam itu, Kaag menyatakan niatnya untuk hadir dalam seminar yang akan menghadirkan, bukan saja petani rakyat, tetapi juga unsur-unsur dari Parlemen Eropa, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan-perusahaan multi-nasional pengguna produk kelapa sawit, dan negara-negara produsen sawit.

Luhut mengatakan Kaag juga mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan Indonesia dalam melakukan pertemuan-pertemuan dan menjelaskan situasi Indonesia secara umum dan kondisi kelapa sawit di Indonesia.

Selain sawit, hal lain yang dibicarakan adalah upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi beberapa masalah lingkungan. Salah satunya masalah Sungai Citarum yang diklaim sebagai sungai terkotor dunia.

Baca Lainnya: Luhut: Kami Terus Bernegoisasi dengan Uni Eropa Terkait Sawit

"Menteri Kaag juga menawarkan untuk mambantu kita dalam melakukan manajemen pengolahan dan daur ulang limbah plastik. Saya sampaikan bahwa sudah ada perusahaan Belanda yang ikut melakukan hal ini di Sungai Citarum dan ia bersedia memberikan bantuan jika ada yang masih dibutuhkan dalam hal ini," tutur Luhut lagi.

Seusai bertemu dengan Kaag, Luhut melanjutkan kunjungan kerjanya ke Berlin, Jerman. Di negara itu, Luhut juga membawa misi membahas mengenai diskriminasi produk turunan kelapa sawit di Uni Eropa. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: