Hadapi Bencana Kekeringan di Musim Kemarau, Ini yang Dipersiapkan BPBD NTT

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
26 April 2018   22:00

Komentar
Hadapi Bencana Kekeringan di Musim Kemarau, Ini yang Dipersiapkan BPBD NTT

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki musim kemarau yang sudah di depan mata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur mulai bersiap menghadapi potensi bencana kekeringan.

Kepala BPBD NTT, Tini Thadeus mengatakan, kekeringan maerupakan masalah utama di wilayah itu.

Baca Lainnya: Baru Masuk Awal Musim Kemarau, 150 Hektare Lahan di OKU Sudah Kekeringan

“Saat ini NTT mulai memasuki musim kemarau, untuk itu kita waspada dengan ancaman kekeringan yang kerap menjadi masalah utama di NTT, kami BPBD di provinsi dan kabupaten/kota sudah mulai siaga," kata Tini Thadeus kepada wartawan di Kupang, Kamis (26/4).

Upaya yang dilakukan BPBD untuk menanggulangi masalah kekeringan di NTT mulai dari memastikan sarana penyaluran air bersih di mobil-mobil tanki. Mobil ini akan disiagakan terutama di daerah yang rawan terjadi kekeringan.

“Upaya yang penting dilakukan memastikan penyediaan sarana air bersih, selain itu, kami juga menyiapkan logistik untuk sewaktu-waktu disalurkan bagi daerah yang membutuhkan di setiap kabupaten/kota," paparnya lagi.

Tini menambahkan, untuk meminimalisir bencana kekeringan, BPBD provinsi memang tidak menyediakan bantuan tanggap darurat bencana berupa uang tunai. Karena itu pihaknya menyediakan dan memfasilitasi berbagai daerah yang sebelumnya telah mengajukan anggaran dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Lainnya: 1.400 Hektar Sawah Kekeringan, Aceh Perlu Sumur Bor

"Hal ini karena BNPB pusat memiliki dana untuk antisipasi tanggap darurat bencana di seluruh Indonesia sebesar Rp1,5 triliun, sehingga daerah-daerah yang terkena dampak kekeringan cukup parah bisa langsung mengajukan dan langsung dicairkan dalam waktu 14 hari," paparnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk tanggap darurat bencana. Nantinya anggaran tersebut bisa digunakan jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti kekeringan maupun banjir, longsor, gempa, kebakaran, dan lainnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: