Ini Produk Pertanian yang Bikin Ekspor Asal Lampung Meningkat

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
26 April 2018   06:30

Komentar
Ini Produk Pertanian yang Bikin Ekspor Asal Lampung Meningkat

Ilustrasi kopi yang diekspor. (Foto : Foto: Pixabay/ reynaldoac)

Trubus.id -- Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan jika layanan karantina untuk keamanan dan kesehatan produk pertanian tujuan ekspor terus meningkat, khususnya di Provinsi Lampung.

"Dari tahun ke tahun, ekspor produk segar tumbuhan dan hewan menunjukkan angka peningkatannya," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/4).

Dikatakan Banun, untuk produk hewan, ekspor tersebut berasal dari bat guano atau kotoran hewan yang sangat diminati Negara Tiongkok dan Amerika Serikat. Jumlah ekspor dari produk itu mengalami kenaikan, dari 18 ton pada tahun 2015 menjadi 36 ton pada tahun 2016 dan 2017.

Baca Lainnya: Pangkalan Bun Jadi Instalasi Karantina Hewan Terbesar di Indonesia

Sementara untuk tumbuhan, terdapat 68 jenis produk pertanian dengan komoditas palm kernel meal yang menjadi komoditas ekspor terbesar. Disusul biji kopi, tetes tebu, RBD palm stearin, nanas irisan, karet lempengan, nanas sirup, kelapa bulat dan buah pisang.

Tujuan ekspor hampir ke seluruh penjuru dunia, atau tepatnya ke 78 negara, mulai dari Amerika Serikat, Selandia Baru, Uzbekistan hingga negara-negara di Timur Tengah. Hal ini sejalan dengan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) tentang ekspor pertanian yang naik sebesar 20,01 persen. Namun, kontribusinya masih sangat kecil, hanya 1,81 persen dibandingkan industri olahan.

Ekspor pertanian yang cukup besar adalah sarang burung, kopi, jagung dan tanaman obat.

"Kami terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tujuan ekspor, khususnya dalam harmonisasi peraturan mengarantinakan," jelas Banun.

Untuk pendampingan pelaku ekspor produk pertanian, Badan Karantina Pertanian melakukan terobosan berupa layanan karantina elektronik, layanan online inspection dan fasilitasi ekspor produk pertanian.

Baca Lainnya: Nilai Ekspor Produk Pertanian RI di 2017 Rp 440 Triliun, Ini Kata Mentan

Di sisi lain, dilaporkan terjadinya peningkatan kepatuhan masyarakat. Tidak sedikit masyarakat melaporkan hewan dan tumbuhan yang dilalulintaskan kepada petugas karantina pertanian di pintu masuk dan keluar antar area atau provinsi.

Dari data pengawasan dan penindakan (wasdak) Karantina Lampung, angka penangkapan daging celeng di Wilayah Kerja Bakauheni pada tahun 2015 mencapai 38 ton. Menurun pada tahun 2016, sebesar 20 ton dan kemudian menjadi 14 ton pada 2017 lalu.

"Saya berharap kerjasama dengan instansi terkait dan masyarakat dapat terus ditingkatkan agar produk pertanian kita terjaga keamanan dan kesehatannya sehingga dapat memasok pangan sehat baik untuk Indonesia maupun dunia," jelasnya. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: