Ini Rekomendasi APRS III, dari Yogya untuk Dunia

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 April 2018   20:00 WIB

Komentar
Ini Rekomendasi APRS III, dari Yogya untuk Dunia

Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Agus Justianto (Foto : Foto: Dok KLHK)

Trubus.id -- Penyelenggaraan Asia-Pacific Rainforest Summit (APRS) III, di Yogyakarta, I baru saja berakhir. Sejak berlangsung pada 23-25 April, Indonesia  berhasil menjadi tuan rumah bagi delegasi sekitar 39 negara yang hadir. 

Jika diakumulasi penyelenggaraan APRS III , ada delapan sesi pararel yang melibatkan hampir 1.000 peserta, dan menghasilkan berbagai rekomendasi dan kesepakatan penting, baik secara global maupun nasional.

Sedikitnya, ada lima kesepakatan baru dalam bentuk MoU antara Indonesia dan negara lainnya, di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Diantaranya dengan Australia, Singapura, Brunei Darussalam, Kepulauan Fiji dan Norwegia. 

Indonesia sebagai tuan rumah, memainkan peran penting dalam APRS ini, khususnya pada kebijakan bersama melindungi dunia dari dampak perubahan iklim. 

Baca Lainnya: Kerjasama Kehutanan Dengan Fiji, Indonesia Kirimkan Bambu Terbaik

Salah satunya dari rekomendasi pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Kebijakan ini disepakati harus diterjemahkan ke dalam komitmen politik, tindakan koordinasi, pengaturan kebijakan, serta penegakan hukum yang konsisten.

''Banyak potensi dan peluang bagi negara-negara gambut berkolaborasi melestarikan lahan gambut. Belajar dari pengalaman masing-masing, dan memulai implementasi roadmap secara bersama-sama untuk menyelamatkan lahan gambut dunia,'' kata Menteri LHK, Siti Nurbaya, (25/4).

Dalam sambutan penutupan APRS III yang dibacakan Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Agus Justianto, Selasa malam (24/04), disampaikan bahwa APRS III telah berjalan sesuai dengan temanya tahun ini 'Melindungi Hutan dan Masyarakat, Mempromosikan Pertumbuhan Ekonomi'.

Baca Lainnya: Di APRS ke-3, Indonesia Tekankan Pentingnya Hutan untuk Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Dikatakan Menteri Siti, memenuhi target dalam pengurangan emisi dan mencapai pertumbuhan ekonomi, sambil memastikan manfaat hutan bagi masyarakat, merupakan tantangan utama. Namun masalah utama ini dapat diatasi melalui kerjasama antar negara-negara di kawasan Asia Pasific.

Dalam hal keberlanjutan ekosistem hutan, langkah koreksi pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam bentuk Perhutanan Sosial dan Reforma Agraria, juga memberi kontribusi pada aksi iklim global.

''Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk membahas, berbagi, dan belajar dari proyek yang sedang berlangsung, inisiatif baru, dan bahkan ide baru tentang bagaimana kita dapat mengelola hutan kita dengan lebih baik dan berkontribusi pada aksi iklim global,'' jelasnya

''Hutan hujan tropis, telah memainkan peran penting dalam berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, ketahanan sosial, dan kelestarian lingkungan di tingkat global, regional, nasional dan lokal,'' tambah Menteri Siti.

Baca Lainnya: Lanjutkan Perhutanan Sosial, KLHK Verifikasi Empat Kelompok Tani

Pihaknya kini berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, organisasi penelitian, dan sektor swasta untuk mencapai pembangunan ekonomi dalam konteks pembangunan berkelanjutan. 

''Menangani masalah iklim dengan menggunakan hutan kita, membutuhkan peningkatan tata kelola menuju pengelolaan hutan lestari,'' katanya.

Dari delapan sesi pararel yang berlangsung selama APRS,  telah mengangkat beberapa tema dan menghasilkan beberapa rekomendasi penting. Selain rekomendasi perihal gambut berkelanjutan, juga dihasilkan rekomendasi aspek pengembangan ekowisata dan konservasi keanekaragaman hayati.

Baca Lainnya: Percepatan Perhutanan Sosial masih Terkendala Pendampingan

Rekomendasi berikutnya mengenai mangrove dan blue carbon. Panel diskusi menyimpulkan bahwa mangrove dan blue carbon merupakan calon potensial untuk dimasukkan dalam NDC Indonesia sebagai sarana untuk mitigasi perubahan iklim. 

Menteri Siti percaya bahwa setiap negara yang memiliki hutan hujan akan melaksanakan rencana kerjanya masing-masing sesuai dengan ketentuan yang ada. 

"Saya ucapkan terima kasih kepada para menteri yang telah hadir, delegasi, pembicara, peserta, dan semua pihak yang berpartisipasi aktif di APRS III ini," tutupnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Memberamo Tengah Papua

Peristiwa   23 Okt 2019 - 07:43 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: