Ini Dia Penyebab Puting Beliung Dahsyat di DIY

TrubusNews
Syahroni
24 April 2018   23:00 WIB

Komentar
Ini Dia Penyebab Puting Beliung Dahsyat di DIY

Puting beliung merusak puluhan rumah di DIY, Selasa (24/4) petang. (Foto : Foto: Dok/ BPBD DIY)

Trubus.id -- Angin puting beliung memporak porandakan beberapa wilayah di kota Yogya dan Bantul, Selasa (24/3) petang. Hembusan angin kencang disertai hujan itu merusak puluhan rumah dan bangunan serta menumbangkan banyak pohon di berbagai wilayah.

Belakangan diketahui, bencana ini terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Nyoman Sukanta menyebut, aktivitas awan konvektif yang tumbuh sangat aktif salah satu faktor penyebab bencana ini terjadi.

Baca Lainnya: Puting Beliung Menerpa, Puluhan Rumah dan Bangunan di DIY Porak Poranda

"Adanya aktivikas awan konvektif (Cumulonimbus) yang tumbuh sangat aktif dan bersifat lokal di wilayah DIY. Kondisi tersebut dapat menimbulkan hujan dengan intensitas lebat disertai puting beliung di wilayah DIY," kata Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3) petang.

Sementara itu, Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menambahkan, di beberapa tempat di wilayah DIY seperti Kota Yogya, Sleman dan Bantul telah terjadi cuaca ekstrim terutama angin kencang beberapa hari belakangan.

"Hasil pengamatan radar cuaca memang di siang tadi potensi munculnya cuaca ekstrim dibeberapa tempat sudah diprediksi akan muncul. BMKG Stasiun Klimatologi sudah membuat warning/peringatan dini," jelasnya.

Baca Lainnya: Musim Pancaroba, Waspada Puting Beliung

Djoko melanjutkan di wilayah DIY sebagian besar masih masuk masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada masa ini jenis awan-awan yang terbentuk adalah awan-awan konvektif seperti cumulonimbus yang sifatnya seringkali lokal. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Memberamo Tengah Papua

Peristiwa   23 Okt 2019 - 07:43 WIB
Bagikan: