Instagramxiety, Kamu Mengalaminya Juga?

TrubusNews
Ayu Setyowati | Followers 0
15 Mei 2018   20:30

Komentar
Instagramxiety, Kamu Mengalaminya Juga?

Ilustrasi. (Foto : Foto: Pixabay/ natureaddict)

Trubus.id -- Hari gini, apa-apa Instagram. Sedikit-sedikit, Instagram. Instagram is the most important thing in our lives, apparently. Kamu merasa begitu? Tenang, kamu enggak sendirian, Trubus Mania. Satu hal yang sering mengintai dan sulit dihindari dari memakai Instagram, yakni rasa cemas. Instagramxiety.

Yes, akuilah kalau kamu, meski sesekali, juga mengalami Instagramxiety, alias Instagram anxiety. Stres, cemburu, hingga rendahnya harga diri yang kerap dirasakan ketika melihat foto-foto selebriti, travel blogger, fitness blogger, beauty influencer dan bahkan teman, keluarga dan rekan kerja yang telah di touch-up sedemikian rupa.

Well, melansir The Sun, minggu ini adalah waktunya kesadaran kesehatan mental, mental health awareness.  Para ahli berfokus pada stres, kunci utama setiap masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi dan kecemasan yang mudah diperparah oleh media sosial.

Sulit untuk tidak merasa khawatir atau stres ketika kamu scrolling down Instagram, lalu tanpa sadar membandingkan diri dengan orang-orang yang tampaknya menjalani kehidupan terbaiknya. Sementara kamu menghitung kekuranganmu dengan piyama di rumah.

Baca Lainnya:  Yuk, Kelola Stres Kerja dengan 6 Cara Ini

And all it takes is one picture to send your mood plummeting.

"Hanya satu gambar, satu postingan, bisa membuat wajahku tidak tersenyum dan mengerutkan kening," tulis Jenny Stallard untuk The Telegraph.

Trik untuk bertahan hidup di dunia media sosial yang kejam adalah menemukan mekanisme penanggulangan. Cobalah berhenti mengikuti orang-orang yang postingannya membuatmu gelisah. Follow lebih banyak akun yang membuat kamu tertawa, atau jauhi media sosial jika sudah mengalami hari yang buruk dan melelahkan.

"Ini bukan tentang berhenti melihat aplikasi, tetapi menjadi lebih selektif tentang akun siapa yang Anda lihat. Beberapa waktu lalu, saya unfollow beberapa orang yang akunnya benar-benar membuat saya merasa negatif," ditambahkan Jenny.

Foto: Pixabay/ natureaddict.

"Jika ingin, saya bisa follow mereka lagi. Tapi, saya menduga hidup akan lebih sederhana tanpa efek yang membandingkan diri sendiri dengan akun mereka. Setidaknya, baik untuk kesejahteraan emosional saya."

Cal Strode, juru bicara untuk Yayasan Kesehatan Mental, mengatakan, "Terlalu banyak membandingkan diri kita dengan orang lain dapat menimbulkan kecemasan. Apa yang kita ketahui ialah penerimaan diri dan harga diri sangat penting untuk kesehatan mental yang baik. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara berlebihan merusak hal-hal ini dan dapat membuat kita merasa tidak memadai."

Tahun lalu, Instagram dinobatkan sebagai situs media sosial paling berbahaya bagi kesehatan mental anak muda. Aplikasi foto yang image-focus ini dapat mengubah persepsi tubuh, tidur dan ketakutan untuk melewatkan sesuatu, demikian laporan dari The Royal Society for Public Health.

Baca Lainnya: Olahraga Ini Efektif Mengatasi Stres

Penelitian University of New South Wales, yang menarik hasil survei dari 350 perempuan Australia dan Amerika berusia 18 hingga 25 tahun menemukan bahwa, semakin banyak peserta melihat foto bintang kebugaran media sosial atau membandingkan diri mereka dengan selebriti seperti Kendall Jenner atau Karlie Kloss, semakin buruk yang mereka rasakan tentang tubuh sendiri.

Para ahli memperingatkan jika hal itu bisa menyebabkan lebih banyak diagnosa gangguan makan. Lebih dari 750.000 orang di Inggris dipengaruhi gangguan makan, menurut badan amal gangguan makan B-EAT.

Bahkan, baru-baru ini ada lonjakan jumlah orang yang mengidap ortorexia, gangguan makan yang belum diakui yang mendorong kebutuhan untuk hanya makan makanan murni dan sehat, terkait dengan pos-pos media sosial yang 'sehat' itu.

Hmm.. Can we just go back to 90’s? [DF]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: