Jokowi Optimis Target Sembilan Juta Sertifikat Tanah Tercapai

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
15 Mei 2018   19:15

Komentar
Jokowi Optimis Target Sembilan Juta Sertifikat Tanah Tercapai

Presiden Joko Widodo. (Foto : Foto: Doc/ Setkab RI)

Trubus.id -- Presiden Joko Widodo optimistis, target penerbitan sertifikat tanah pada tahun 2018 sebanyak 7 juta dan 2019 sebanyak 9 juta sertifikat, akan tercapai.

"Saya meyakini bisa tercapai kalau sistem semakin kita perbaiki dan dibenahi," kata Presiden Jokowi di Ancol Jakarta, Selasa (15/5). 

Jokowi menyebutkan biasanya setiap tahun Badan Pertanahan Nasional (BPN) hanya menerbitkan sekitar 500.000 hingga 600.000 sertifikat.

Baca Lainnya: Presiden Tegaskan Pembagian Sertifikat Tanah Adalah Nyata

"Tahun lalu saya perintahkan lima juta, dan Alhamdulillah sudah lima juta lebih sertifikat yang bisa diberikan kepada masyarakat. Tahun ini kita targetkan 7 juta sertifikat harus keluar," ujarnya.

Ia tidak dapat membayangkan bagaimana kesibukan kantor BPN menyiapkan jutaaan sertifikat itu karena biasanya hanya 500.000 saja.

"Tapi saya juga nggak mau tahu, terserah mereka karena itu pelayanan dan itu harus diberikan dan itu target kita sampaikan 7 juta harus keluar. Saya meyakini insya Allah bisa tercapai tahun ini," katanya.

Presiden menyebutkan, penerbitan sertifikat pada dasarnya juga merupakan langkah pemerintah melakukan redistribusi aset dan reforma agraria.

"Ini belum banyak sampai ke masyarakat. Kita telah membagi tahun ini 1.088.000 hektare kepada umat, kepada masyarakat, kepada pondok, kita bagikan dari tanah yang kita ambil kembali yang mencapai 12,7 juta hektare," tuturnya.

Ia menyebutkan tahun 2019, pemerintah menargetkan pembagian 4,3 juta hektare kepada masyarakat agar mereka punya akses ke lahan-lahan produktif sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi semakin baik.

Sementara itu mengenai BBM satu harga, Jokowi mengatakan 3,5 tahun lalu dirinya minta ada pelaksanaan kebijakan itu khususnya Kawasan Timur Indonesia.

"Waktu itu saya ke Wamena dan harga bensin Rp 60.000 per liter, itu pas kondisi cuaca normal, kalau cuaca gak baik bisa mencapai Rp 100.000 per liter," ucapnya.

Ia menjelaskan pelaksanaan kebijakan itu untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Lainnya: Bagikan 3360 Sertifikat Tanah Gratis, Jokowi Lanjutkan Reforma Agraria

"Masa di Jawa, jalan sudah mulus, bagus, harga BBM Rp 6.450, di sana Rp 60.000. Logikanya ga masuk menurut saya. Setelah itu ternyata juga bisa, setelah diperintah agar BBM satu harga di seluruh Tanah Air," katanya.

Ia menyebutkan, dulu ada subsidi energi hingga Rp 340 triliun, tapi mengapa harga tidak bisa sama di seluruh Indonesia.

"Sekarang subsidi BBM sudah gak ada, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat," imbuhnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: