Berdayakan Pertanian di Lahan Kering, Kementan Kembangkan Padi Jenis Ini

TrubusNews
Syahroni | Followers 0
09 Mei 2018   23:49

Komentar

Trubus.id -- Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Selain memperluas areal lahan sawah baru, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) juga tengah mengembangkan varietas padi di lahan kering.

Pengembangan yang kini dilakukan, difokuskan pada varietas padi Inpago 9. Padi varietas ini merupakan varietas inbrida padi gogo yang dikhususkan ditanam di lahan kering yang sangat cocok dikembangkan di musim dan ketersediaan lahan saat ini.

Baca Lainnya: Musim Kemarau, Distan DIY Minta Petani Tanam Padi yang Tahan Kekeringan

"Saat ini, sekitar 90% produksi padi dihasilkan di lahan sawah. Padahal pemanfaatan lahan kering untuk budidaya padi memiliki potensi yang masih sangat besar. Padi gogo bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan lain, seperti singkong dan jagung, ataupun dengan tanaman tahunan seperti jati, kelapa dan karet," tutur Kepala BBP Padi, Ismail Wahab, dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/5).

Ia menambahkan, produktivitas varietas Inpago 9 sangat menjanjikan karena bisa mencapai 8-9 ton per hektar Produktivitas tersebut berdasarkan areal tanam produksi benih klas SS di lahan sawah Kebun Percobaan Pusakanegara, Subang.

"Potensi yang dimiliki varietas ini sangat menjanjikan karena varietas padi gogo lainnya hanya memiliki produktivitas rata-rata di bawah 6-7 ton per hektar," ungkapnya. 

Oleh karena itu, Kementan menargetkan produksi padi tahun ini bisa mencapai 81,2 juta ton. Di mana pada 2016, produksi padi mencapai 79,35 juta ton, dan pada 2017 mencapai 81,07 juta ton.

Selain di lahan kering, varietas Inpago 9 juga dianjurkan untuk ditanam pada lahan subur di wilayah Jawa dan lahan podsolik merah kuning (PMK) seperti di Lampung.

Baca Lainnya: Bantu Petani, Kementan Siapkan 1.000 Unit Alat Pengering Padi

Pada panen yang dilakukan di Desa Banjareo dan Desa Puliharjo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen awal tahun ini, petani mengaku terkesan dengan produktivitas Inpago 9. Petani bahkan optimis target produktivitas 10 ton per hektar dapat tercapai. 

"Inpago 9 memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit blas. Selama ini, penyakit blas merupakan momok yang menakutkan bagi petani padi ladang kering," ucap Ismail. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: