Menikmati Sei, Daging Asap Kuliner Kupang yang Yummy

TrubusNews
Karmin Winarta | Followers 0
12 Mei 2018   14:00

Komentar
Menikmati Sei, Daging Asap Kuliner Kupang yang Yummy

Sei Sapi yang menggoda hati (Foto : Foto: ig/marase.id)

Trubus.id -- Jika Trubus Mania sedang mengunjungi Kupang, NTT sempatkan mencicipi Sei, salah satu kuliner paling populer di propinsi ini. Sei adalah daging asap yang dibumbui dengan rempah-rempah sehinga rasanya sulit dilupakan.

Sei memilik cita rasa yang khas, tidak ditemukan di tempat lain. Karena cara pengolahan dengan treatment khusus. Biasanya bahan yang dipakai untuk membuat Sei adalah daging rusa. Namun karena binatang ini makin langka dan dilindungi, maka Sei kini memakai bahan dari daging sapi, ayam atau babi.

Untuk mendapatkan Sei terbaik, pengasapannya harus memakai kayu kosambi. Setelah dibumbui rempah-rempah khusus, daging yang akan diasap tersebut ditutup dengan daun Kosambi.

Baca Lainnya: NTT Berpotensi Kembangkan Wisata 'Whale Watching' Berbasis Konservasi

Orang Kupang membuat tempat untuk membuat Sei dengan membangun sebuah pengasapan khusus berupa beton. Biasanya lama pengasapan satu sampai sembilan jam.

Beberapa keunikan Sei ini antara lain: dagingya yang diiris tipis-tipis sepanjang 2-3 senti meter. Dengan bumbu rempah-rempah Sei mempunyai aroma dan citarasa yang khas. 

Nathan Gah, salah satu warga Kupang mengatakan kepada Trubus.id. Sabtu(12/5), "Sei saat ini telah banyak ditemukan di Kupang. Di setiap rumah makan telah menyediakan Sei. Jadi Trubus Mania yang penasaran seperti apa rasanya Sei bisa langsung mencicipinya.

Baca Lainnya: NTT Kembangkan 1.192 Pulau Kecil Jadi Destinasi Wisata Baru

Sei, berasal dari bahasa Rote yang artinya daging yang diiris tipis memanjang. Daging Sei sebenarnya adalah makanan khas Suku Rote. Rote adalah pulau paling selatan di Indonesia.

Karena keunikan rasanya, Sei lalu sangat dikenal di banyak tempat. Untuk menikmati Sei biasanya ditambahkan sambal lu'at. Sei juga bisa dimasak seperti memasak daging yang lain.

Namun dimasak apapun, yang jelas harus disantap ketika masih panas, sehingga dagingnya tidak alot. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait