Dua Orangutan di Aceh Besar Lulus dari Pusat Rehabilitasi

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Mei 2018   11:31 WIB

Komentar
Dua Orangutan di Aceh Besar Lulus dari Pusat Rehabilitasi

Orangutan Sumatra (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Dua ekor orangutan sumatra (Pongo abelii) yang telah lulus dari Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP (Program Konservasi Orangutan Sumatra) yang ada di Batu Mbelin, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, telah dikirim ke Pusat Reintroduksi Orangutan di Jantho, Aceh Besar.

Kedua orangutan tersebut bernama Irmelin dan Agan. Setelah dilakukan pemindahan, keduanya akan melakukan proses reintroduksi sebelum melepasnya ke habitat alamnya di hutan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur SOCP, Ian Singleton, ia mengatakan setiap kali kelulusan orangutan dari Pusat Karantina dan Rehabilitasi merupakan suatu momen yang sangat istimewa.

Baca Lainnya: Perusahaan Perkebunan, Dalang Pembunuhan Orang Utan?

“Tahap selanjutnya orangutan harus dilakukan reintroduksi sebelum dilepasliarkan,” ucapnya di Deli Serdang, belum lama ini.

Irmelin merupakan orangutan betina berusia 5 tahun. Sementara Agan adalah orangutan jantan berusia 7 tahun.

Sebelumnya kedua satwa dilindungi itu dipelihara oleh warga secara ilegal. Setelah disita, keduanya lalu dibawa ke Pusat karantina dan rehabilitasi orangutan SOCP.

“Cukup membanggakan melihat perkembangan keduanya saat ini, apalagi jika mengingat dulu pertama kali keduanya ditemukan dalam kondisi yang menyedihkan, sebentar lagi kita akan melihat keduanya kembali ke habitatnya di alam,” tambah Ian.

Baca Lainnya: Di Aceh, Jumlah Konflik Orangutan Dengan Manusia di Posisi Tertinggi Kedua Setelah Gajah

Kepala Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo menambahkan, hingga saat ini, kegiatan reintroduksi dan menciptakan populasi baru orangutan yang mandiri di Jantho berhasil dilakukan.

Lebih lanjut Sapto mengatakan, akar masalah di lapangan masih harus dituntaskan, yakni banyaknya masyarakat yang menangkap dan memelihara orangutan.

“Masyarakat harus benar-benar sadar dan paham terhadap perbuatan menangkap, membunuh, memperdagangkan, memiliki orangutan di Indonesia adalah perbuatan illegal dan masuk dalam tindakan kriminal," tegas Sapto. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: