Basarnas Mulai Pakai Teknologi MEOLUT-IDMCC Asal USA, Ini Keunggulannya

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Mei 2018   17:45 WIB

Komentar
Basarnas Mulai Pakai Teknologi MEOLUT-IDMCC Asal USA, Ini Keunggulannya

Sistem Stasiun Bumi Satelit SAR Indonesia di Balai Diklat Basarnas, Cariu, Bogor. (Foto : Foto: Doc/ Basarnas)

Trubus.id -- Penggunaan teknologi tinggi di bidang penyelamatan memang sangat penting. Karena itu, Badan Search and Rescue (SAR) Nasional atau BASARNAS kini memiliki teknologi Medium Earth Orbit Local User Terminal (MEOLUT-IDMCC).

Melalui satelit yang didatangkan dari Amerika tersebut, Basarnas bisa mendeteksi lokasi kecelakaan transportasi pelayaran dan penerbangan secara akurat dan real time.

Kepala BNPP, Marsekal Madya TNI M Syaugi mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan SAR dengan mengembangkan sistem deteksi dini kecelakaan atau bencana yang membahayakan nyawa manusia.

Kini, sistem Stasiun Bumi Satelit SAR Indonesia tersebut di pantau dan dikendalikan di Balai Diklat Basarnas, Cariu, Bogor.

"Operasi SAR sangat bergantung pada sistem yang lebih modern (Meo SAR) yang dapat mendeteksi dalam waktu beberapa menit saja, maksimal 5 menit dibandingkan sistem yang lama (Leo SAR) membutuhkan waktu berhari-hari," ujar Syaugi di Cariu, Bogor, Jumat (4/5).

Ia menambahkan, keunggulan satelit yang didatangkan tersebut terletak pada keempat antenanya. Keempat antena itu dapat mendeteksi kecelakaan melalui cakupan yang lebih luas, cepat, dan akurat sehingga dapat mengkonfirmasi validitas kecelakaan dan personel bisa bergerak cepat, baik menggunakan armada kapal, helikopter, dan moda lainnya.

"Kami juga terus memperbarui peralatan penyelamatan SAR baik di darat, laut, dan udara agar dalam proses operasi berjalan dengan efektif dan efesiensi yang baik," tambahnya.

Dalam satu bulan MEOLUT-IDMCC bisa mendeteksi kurang lebih 70 kasus kecelakaan di berbagai wilayah Indonesia dan sudah bisa dioperasikan dengan sumber daya manusia BNPP yang kompeten. Hebatnya lagi, informasinya bisa langsung diteruskan ke berbagai kementerian dan instansi terkait. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: