Kreatif, BNPB Sosialisasikan Kebencanaan dengan Taman

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
02 Mei 2018   11:00

Komentar
Kreatif, BNPB Sosialisasikan Kebencanaan dengan Taman

Taman edukasi bencana (Foto : Foto: RRI)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) meresmikan Taman Edukasi Bencana di kawasan Danau Cimpago, Purus, Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai upaya sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap bencana menjadi penentu meminimalisir dampak korban jika terjadi bencana.

“Edukasi ini penting, dengan Taman Edukasi Bencana ini menjadi instrument dalam membangun kapabilitas dan kapasitas masyarakat menyiapkan diri dalam menghadapi bencana,” ujarnya di Padang, Selasa (1/5).

Baca Lainnya: BNPB: Ini Dia Kunci Keberhasilan Penanggulangan Bencana

Willem menyebutkan, Taman Edukasi Bencana tersebut dilengkapi dengan buku-buku bacaan mengenai mitigasi bencana, dan mural tentang kebencanaan yang dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat pesisir pantai terhadap bencana.

Apalagi, masyarakat Kota Padang memiliki ancaman bencana yang sangat tinggi. Masyarakat pesisir pantai misalnya, rentan menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami, serta berbagai macam potensi bencana lainnya.

Secara nasional juga demikian, Willem mengungkapkan setiap tahun ratusan ribu orang terdampak bencana yang tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah.

Baca Lainnya: Tim BNPB dan BPBD Bantu Persoalan yang Terjadi di Lingkungan Masyarakat

“Indonesia negara yang rawan bencana. Bahkan, setiap tahun ratusan ribu orang terdampak becnana. Nah, mengatasinya pemerintah tidak bisa sendiri, tetapi semua pihak masyarakat dan dunia usaha harus terlibat,” katanya.

Ia mengatakan tantangan kebencanaan di Tanah Air kian meningkat karena perubahan iklim dan potensi munculnya bencana-bencana baru. Makanya, imbuh Willem, pendidikan kebencanaan kepada masyarakat sangat penting diberikan untuk menyiapkan masyarakat yang sadar terhadap bencana.

Menurutnya, 34% masyarakat yang selamat dari bencana karena memiliki kapasitas dan pemahaman yang baik terhadap bencana, dan 32% orang selamat dari bencana karena ditolong keluarga dan 28% karena ditolong orang sekitar. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: